Hujan 

“Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut apa yang dikehendakiNya dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambanNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka jadi gembira.” (ar-Ruum:48)

Terjumpa sepotong ayat cinta Allah ni dalam buku “Bertanya Tentang Tuhan” karya Ibnu Rijal. Buku tentang sebuah perjalanan seorang hamba yang sentiasa tercari-cari kebenaran. Aku tidak berhajat untuk mengulas isi buku ni, sebab aku sendiri belum selesai memahaminya.

Cuma tertarik pada ayat diatas. Memang begitulah jadinya, aku gembira bila hujan turun. Bumi Tanjung Malim basah hari ini, dek kerana air-air hujan yang lahir dari rahim langit yang luas. “Setting” nya masih lagi di tingkap kecil bilikku. Melihat langit malam yang gelap dengan awan hitam. Cahaya lampu neon membiasi setitis demi setitis air hujan yang semakin mengganas turun. Ganas tapi tetap tenang. Alam kan selalu mendamaikan aku.

Kemudian beralih kebawah, memerhatikan jiwa-jiwa yang tetap tak henti bergerak, walaupun dalam keadaan sebegini. Dalam pada detik yang sama, aku tertanya, bagaimana kesudahan kita semua nanti? Di dunia yang kita tidak pasti situasinya.

Aku masih mencari. Terus mencari.

Advertisements
Hujan 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s